Makam Tua Bukti Dakwah Islam di Tapanuli Bagian Selatan

Ditulis oleh: -
http://img.okeinfo.net/dynamic/content/2013/07/10/427/834749/d8K0wTFi5i.jpg?w=400

PADANG LAWAS -
Jejak penyebaran
Islam di wilayah
Barumun,
khususnya di
Kabupaten Padang
Lawas, atau
Tapanuli bagian
selatan, Sumatera
Utara, masih
kentara sampai
saat ini. Islam
berkembang
seiring
keberadaan
Kesultanan Aru
Barumun di
wilayah tersebut.
Awalnya,
Kesultanan Aru
Barumun yang
berpusat di muara
Barumun, Labuhan
Bilik, Sumatera
bagian selatan,
mengalami masa
kejayaan pada
peiode 1459
sampai 1462 di
bawah
kepemimpinan
Sultan Malik Al
Mansyur, putra
Malik As Saleh dari
Kerajaan Pasai.
Setelah dipegang
Malik As Saleh,
tampuk
kepemimpinan Aru
Barumum
dilanjutkan oleh
Sultan Hasan Al
Ghaffur. Setelah
itu, digantikan oleh
Sultan Hamid Al
Muktadir.
Di bawah
kepemimpinan
Sultan Hamid lah
serangan hebat
datang dari
Kesultanan
Malaka. Malaka
menghancurkan benteng
dan armada laut
Aru Barumun.
Sultan Hamid Al
Muktadir pun
terdesak sampai
ke hulu sungai. Dia
tinggal di sana
beberapa lama
sambil
menyebarkan
Islam.
Warga Pagaran
Bira, Kecamatan
Hulu Barumun,
Padang Lawas,
meyakini Sultan
Hamid Al Muktadir
dimakamkan di
Bukit Barisan yang
berjarak sekira
satu kilometer dari
hulu Sungai
Barumun. Di
perbukitan
tersebut tampak
dua makam yang
diyakini
merupakan suami-
istri.
Untuk berziarah ke
makam tersebut,
warga harus
mengambil wudhu
dan
mengikutsertakan
juru kunci atau
ulama sekitar.
Para penziarah
dari berbagai
daerah di Sumut
sering berziarah
ke makam
tersebut. Terdapat
ukiran di makam
sepanjang tiga
meter tersebut,
seperti tulisan
Arab.
Raja Nasution,
Raja Pagaran Bira,
mengatakan,
Sultan Hamid
merupakan sosok
yang tidak pernah
menyerah
menyebarkan
Islam meski
kondisinya saat itu
terdesak.
“Dia tetap
mengajarkan
agama yang
dibawa Nabi
Muhammad SAW.
Dia terus
menyiarkan
agama Islam dari
tempat tersebut
hingga akhir
hayatnya,”
ungkap Raja
Nasution.
Perkembangan
Islam di Padang
Lawas dan
Tapanuli bagian
selatan diperkuat
dengan pengakuan
Imam Bonjol yang
mengungkapkan
telah menemukan
agama Tauhid di
Tapanuli bagian
selatan.
Sultan Hamid juga
meninggalkan
sebuah masjid di
Desa Pagaran Bira.
Masjid tersebut
dialiri air jernih
yang datang dari
kaki Bukit Barisan.
Beduk masjid yang
berumur ratusan
tahun juga masih

terlihat kokoh.
Beberapa riwayat
menyebut, tentara
Belanda pernah
berupaya
menghancurkan
makam Sultan
Hamid. Namun
saat memasuki
pintu kawasan
makam,
komandan
pasukan Belanda
tiba-tiba sakit
perut. Saat dibawa
ke perkampungan
sang komandan
tewas.
Belanda naksir
dengan alam di
kawasan Tapanuli
bagian selatan
karena
menghasilkan
rempah-
rempah. Sampai
pada saat ini,
warga di sana
masih bercocok
tanam rempah
kulit manis.
Sekda Kabupaten
Padang Lawas,
Irfan Hasibuan,
mengatakan,
berbagai teori
terkaitnya
masuknya Islam
ke Padang Lawas
masih perlu
pengkajian
mendalam. Namun
situs sejarah
makam suci di
perbukirtan
Pagaran Bira atau
dikenal makam
Jiret Bertuah
setidaknya
membuktikan
Islam pernah
berkembang di
sana.
Di Tapanuli bagian
selatan terdapat
empat kabupaten
dan kota, yakni
Kabupaten Padang
Lawas Utara,
Kabupaten Padang
Lawas, Kota
Padangsidempuan,
dan Kabupaten
Tapanuli Selatan.

sumber klik disini

0 komentar "Makam Tua Bukti Dakwah Islam di Tapanuli Bagian Selatan", Baca atau Masukkan Komentar