Alquran Karya Ngurah Jelantik Simbol Toleransi Beragama di Bali

Ditulis oleh: -
http://img.okeinfo.net/dynamic/content/2013/07/20/427/839951/TIAidpkbKY.jpg?w=400
BULELENG - Wujud
toleransi
antarumat
beragama di Pulau
Bali tercermin juga
dari peninggalan
sejarah berupa
kitab suci Alquran
yang dibuat
dengan tulisan
tangan oleh
seorang keturunan
Kerajaan Buleleng.
Meski di tengah
mayoritas
masyarakat Hindu
namun
keberadaan warga
Muslim di
Kabupaten
Buleleng, Bali
memiliki sejarah
panjang dan turut
mewarnai
kebudayaan di
Pulau Dewata.
Banyak cerita
tentang sejarah
penyebaran Islam
di kabupaten
berjuluk Bumi
Panji Sakti ini,
yang tidak lepas
dari pengaruh
budaya setempat.
Salah satunya
adalah
peninggalan kitab
suci Alquran yang
ditulis tangan
tangan dengan
ornamen Bali.
Keberadaan
Alquran tersebut
semakin menjadi
bukti penting
tentang sejarah
Islam dan sikap
toleransi saling
menghormati
antar umat muslim
dengan warga
Hindu yang tetap
terpelihara hingga
sekarang.
Peninggalan
bersejerah itu
tersimpan rapi di
Masjid Agung
Jami' di Jalan
Imam Bonjol,
Singaraja.
Menurut Ketua
Takmis Masjid
Agung Jami', Amad
Muchlis, berdasar
penuturan
pendahulunya,
Alquran itu ditulis
oleh I Gusti Ngurah
Ketut Jelantik
Celagi. "Beliau
masih keluarga
dari Puri Kerajaan
Buleleng," sebut
Muchlis, Sabtu
(20/7/2013).
Ngurah Jelantik
merupakan
seorang keturunan
keluarga Raja
Panji Sakti
Buleleng. Dia
menjadi mualaf
setelah terjadi
perang saudara
yang kemudian
mempertemukannya
dengan
Muhammad Yusuf
Saleh yang
diketahui seorang
Imam Masjid
pertama di Kota
Singaraja.
Dijelaskannya,
semua murid
Imam Yusuf Saleh
yang menamatkan
Alquran wajib
menyelesaikan
tugas akhir yakni
menulis Alquran
dengan tangan.
"Alquran inilah
yang merupakan
karya Ngurah
Jelantik yang
menandai jika dia
telah menamatkan
Alquran," tuturnya.
Jika menilik
secara fisik ayat
demi ayat di
Alquran tersebut,
semua ditulis
menggunakan
bahan alami dari
tumbuh-tumbuhan
tertentu di masa
itu. Hebatnya,
sampai sekarang
kondisinya masih
bagus. Bahan
kertas yang
dipakai
kualitasnya cukup
bagus yang
diperkirakan
didatangkan dari
Eropa.
Hanya saja,
meskipun banyak
cerita tentang
sejarahnya, hingga
saat ini belum ada
yang bisa
memastikan
kapan Alquran itu
ditulis. "Ada yang
menduga Al Quran
itu dibuat sekira
tahun 1820-an
pascaperang
saudara di Puri

Kerajaan
Buleleng," kata
Muhclis
menambahkan.
Dengan adanya
peninggalan
Alquran, sambung
dia, mampu
menumbuhkan
semangat
hubungan saling
menghormati dan
toleransi umat
beragama antara
warga Muslim
dengan
masyarakat
sekitarnya.
"Kami berharap
peninggalan
Alquran kuno bisa
menjadi salah satu
warisan budaya
yang bisa
mempererat tali
silaturahmi antar
umat Muslim
Buleleng dengan
Puri Kerajaan
Buleleng,"
tutupnya.


sumber klik disini

0 komentar "Alquran Karya Ngurah Jelantik Simbol Toleransi Beragama di Bali ", Baca atau Masukkan Komentar