JOHAN, 60, memang
lelaki gemar dalam
tolong-menolong
antar tetangga.
Sampai-sampai Ny.
Laila, 29, yang sudah
lama tak dibelai
suami karena sakit,
dengan senang hati
“membelai” si
wanita kesepian itu
hingga terkulai
dalam kehamilan.
Warga sekitar pun
geger dibuatnya.
Kesehatan itu
memang mahal
harganya, tapi dia
tak terasa saat saat
orang dalam kondisi
sehat. Ketika dalam
kondisi sakit parah,
barulah menyadari
betapa nikmatnya
kesehatan yang
diberikan Sang
Pencipta. Menyadari
betapa bernilainya
kesehatan, para
pemodal pun
mencari untung
sebesar-besarnya
lewat orang sakit. Di
mana-mana kini
biaya rumahsakit
mahal, sehingga
program Kartu
Jakarta Sehat-nya
Jokowi bikin
kuwalahan
rumahsakit di
Ibukota.
Ny. Laila dari Bireun
Aceh, kini juga
sedang punya
problem dengan
orang sakit. Sebab
sejak setahun lalu
bapaknya anak-anak
terkapar di ranjang.
Ini sakit beneran,
bukan sakitnya para
politisi yang punya
masalah hukum.
Kalau politisi mah,
meski sehat, saat
mau diperiksa KPK
atau Kejaksaan,
langsung mendadak
sakit. Sakitnya
Sofian, 35, ini benar-
benar serius. Bukan
saja dia tak bisa
mencari nafkah buat
kelaurga, tapi nafkah
batin buat istri juga
sudah lama non
aktif.
Jikalau Ny. Laila
orang beriman,
mestinya bisa
memaklumi kondisi
suami. Tapi dianya
tidak demikian.
Lama tak dapat
belaian kasih
seorang lelaki, dia
benar-benar
kelimpungan. Kalau
soal kebutuhan
perut, di rumah tidak
ada nasi, bisa jajan di
warung. Lha kalau
kebutuhan di bawah
perut? Harus ke
mana hamba
mencari solusi?
Adalah lelaki
tetangga bernama
Johan. Sebagai lelaki
sudah cukup makan
garam, dia tahu
persis gejolak batin
yang dialami wanita
tetangganya itu.
Kebetulan istri Sofian
ini cukup cantik dan
menarik, sehingga
sebagai lelaki
penolong dia pun
“terpanggil”
untuk mengulurkan
bala bantuan.
“Selagi aku masih
mampu, siap
membantumu.”
Begitu kata batin
Johan sebelum
mencoba pedekate.
Situasinya memang
sangat mendukung.
Di samping mereka
tetangga dekat,
kebetulan Sofian
sejak penyakitnya
makin parah, dia
dalam perawatan
orangtuanya di
kampung lain,
kawasan Kota
Juang. Karenanya,
tanpa keberadaan
suami di rumah,
menjadikan Johan
leluasa memberikan
“pertolongan”-
nya. Maksudnya, di
kala Laila sendirian,
Johan datang untuk
kampanye asmara
dalam sangat
membutuhkan
belaian kasih itu,
akhirnya tawaran
gila Johan dilayani
juga. Maka di sinilah
ironisnya seorang
lelaki tua macam
Johan. Di rumah dia
sudah tak berani
manjat tangga, eh di
luar rumah masih
berani juga
“manjat” bini
tetangga.
Sejak dapat
“bantuan”
tetangga sebelah,
hidup Laila menjadi
demikian ceria. Lain
waktu ketika
situasinya sangat
kondusif, kembali
Johan datang dalam
rangka tanggap
darurat syahwat.
Celakanya, meski
baru dua kali dia
menyetubuhi bini
Sofian, tahu-tahu
perut Laila pun
menggelembung.
Tentu saja tetangga
geger. Mana
mungkin suaminya
dalam kondisi sakit
kok bisa membuahi
istri?
Pihak Wilayatul
Hisbah (Satpol PP)
Pemkab Bireun
segera bertindak.
Pasangan mesum itu
diamankan. Dalam
pemeriksaan Laila
mengakui, hanya dua
kali kencan dengan
kakek Johan. Akan
halnya skandal ini
sengaja dirahasiakan
keluarga Sofian,
karena
dikhawatirkan
penyakit suami Laila
menjadi semakin
parah.
Johan kasih
pertolongan sekalian
dengan “bunga”-
nya.
sumber klik disini
0 komentar "Merindu Belaian Suami Terkulai Dipeluk Tetangga", Baca atau Masukkan Komentar
Posting Komentar